Najmah, S.KM, MPH

A great man always be like thunder, he storms the skies, while others are waiting to be stormed (Anonymous)

Sabtu, 16 Juni 2012

A. PENDAHULUAN

Untuk penelitan tertentu, metode statistik tidaklah diperlukan. Misalnya penelitan mikrobiologi, atau penelitian laboratorium. Tetapi, banyak penelitan lainnya yang membutuhkan statistik dalam menyimpulkan hasil penelitiannya dari sampel penelitan ke  populasi luas. Hal yang perlu diperhatikan juga, bahwa umumnya, banyak variabel atau faktor yang mempengaruhi outcome atau hasil suatu penelitan.  Misalnya, kita tahu bahwa merokok adalah salah satu penyebab kanker paru-paru.  Tetapi kita juga sadar bahwa beberapa perokok berat hidup hingga usia tua dan juga beberapa perokok mati muda. Dengan kata lain, merokok dapat meningkatkan resiko kematian, tetapi juga terdapat lagi faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan kematian perokok. Oleh karena itu, metode statistik digunakan untuk mengukur kekuatan hasil penelitian (evidence) untuk menolak hipotesa nol, dengan mempertimbangkan keberagaman faktor  individu ke individu lainnya (person to person variablility) (3, 4)
Gambar 40. Konsep generalisasi hasil penelitian dengan konsep P value dan  Derajat kepercayaan(4)

Pada bab V, bagaimana menginterpretasikan P-values (nilai P) dan derajat kepercayaan (confidence interval) dari hasil analisa statistik dan juga kesalahan umum  dalam interpretasi hasil statistik akan kita bahas. 

Referensi 

Dahlan S. Statistika untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: PT Arkas; 2004.
Kirkwood BR, Sterne JA. Essential Medical Statistics India: Replika Press; 2007. 



0 komentar:

Poskan Komentar