Najmah, S.KM, MPH

A great man always be like thunder, he storms the skies, while others are waiting to be stormed (Anonymous)

Selasa, 03 Desember 2013

Case Hip Fracture (Kelompok 5)

15 komentar:

Okta Rostalia mengatakan...

Kelompok 7 (Eka Mujiati, Fitri Yulianti, Furqon Tri F, Okta Rostalia )

Pertanyaan :
Pada hasil slide anda diketahui hasil uji data t tes varians data sama, bagaimana jika di dapatkan varians data tidak sama?

AnaGitaa mengatakan...

Assalamualaikum kami dari kelompok 8 (Ana Fauziah, Gita Arista, Herim Fitriyani), ingin bertanya kepada kelompok 5 :
kelompok anda membahas mengenai uji T-test, pada tampilan hasil output pada "tabel indenpendet sample tes" mengapa mean difference dan 95% CI tidak ditampilkan pada tabel pelaporan data/ hasil intrepretasi yang ada hanya nila p value saja. apakah di uji T tidak perlu ditampilkan (mean difference dan 95% CI) tsb atau bagaimana?

Ermaliani Lia mengatakan...

Kelompok 1 (Irchas Eko, Ermaliani, Nenny Sandy, Miska Khairia, Ade Verientic)
"Dari hasil uji Normalitas, disimpulkan bahwa distribusi variabel height berdistribusi normal, karena pValue = 0.20"
Apa yang dilakukan jika data berdistribusi tidak normal ????

moga aryo mengatakan...

Jawaban kelompok 7
Jika data tes varians tidak sama maka menggunakan Equal Variance Not Assumed sehingga disimpulakan
P value=0.699 (95 % CI -2.35, 1.58), menunjukkan lemahnya kekuatan signifikansi untuk menolak hipotesa nul’ sehingga tidak ada perbedaan tinggi badan antara wanita dengan patah tulang dan tidak patah tulang pinggul.
Di populasi umum, tingkat kepercayaan 95 % mengindikasi bahwa perbedaan rata-rata tinggi badan wanita manula berada dalam rentang -2.35 atau lebih rendah 2.35 pada kelompok patah tulang dan 1.158 cm atau dengan kata lain lebih tinggi 1.158 cm pada kelompok patah tulang, dibandingkan pada kelompok wanita tidak patah tulang.

Jawaban untuk kelompok 8:
Syarat uji T independent adalah
a. Data wajib berdistribusi normal
b. Varians boleh sama/tidak
c. Jika memenuhi syarat normalitas data, maka digunakan uji T berpasangan
d. Jika tidak memenuhi syarat uji normalita data, maka dilakukan transformasi data dan jika hasil transformasi data tidak normal maka uji man whitney

Tya mengatakan...

Kelompok 3
(Dwi Okta Redy, Surakhmi Oktavia, Rista Rikasi, Mariyah A.M, Tri Destiani)

Pertanyaaan :

Coba anda jelaskan secara rinci langkah-langkah dalam uji hipotesis yang Anda lakukan?

Terima kasih

Rahayu Hasti Komaria mengatakan...

kami dari kelompok 6 (Rahayu HK,Fenni Triana,Jerry Agustan, Memi Sagita dan Eva Majliana)

Pertanyaan:
Penggunaan uji one sample t-test, kriteria sample yang bagaimana yang bisa dijadikan samplenya?
kemudian pada uji independent sample t-test, apakah yang dibandingkan hanya mean saja?jika iya mengapa?

terimakasih

AnaGitaa mengatakan...

Menurut kel kami (kel. 8) jawaban yang telah diberikan belum menjawab pertanyaan yang kami ajukan yaitu mengapa mean difference dan 95% CI tidak ditampilkan pada tabel pelaporan data/ hasil intrepretasi yang ada hanya nila p value saja. apakah di uji T tidak perlu ditampilkan (mean difference dan 95% CI) tsb atau bagaimana? terima kasih..

nU of Nurophoshion mengatakan...

Assalamualaikum...
saya Nur Hidayah perwakilan kelompok 2 (nur hidayah, manto, nur inzana, ade nurmayanti, dan hanis karuniawati.
ingin bertanya kepada kelompok 5.
pada paired sample test dijelaskan bahwa ini adalah sebuah kelompok sampel dengan subjek sama namun mengalami perlakuan yang berbeda, mohon penjelasannya? dan apakah ada perbedaan pada hsil uji?
terima kasih.. mohon penjelasannya

Dyan Sapti Permata Sari mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Kami dari kelompok 4 (Dyan, Indah, Widyawati, Novinda, dan Mulawarman)
hampir sama dengan kelompok sebelumnya, kami ingin bertanya mengenai paired sample t-test, kapan uji paired sample t- test itu digunakan dan untuk jenis variabel/data seperti apa yang tepat menggunakan uji tersebut?? Terima kasih, mohon dijelaskan

jdarista mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
jdarista mengatakan...

Jawaban ke 1.
Pada t test yang diuji normalitasnya adalah perbedaan antara variabel 1 dan 2. Jika tidak normal lakukan transformasi yang tepat..jika tetap tidak normal sebaiknya tambah sampel, tapi jika masih tidak normal sebaiknya gunakan alat analisis lain..

jdarista mengatakan...

Jawaban kel 4
Paired t-test hanya digunakan untuk data kuantitatif dengan dengan syarat : kedua array nialai (pre dan post). Mempunyai jumlah sama dan bersifat homogen. Contoh : array pre test 20 data berat badan dan array post test juga sama 20 data berat badan.karena harus homogen ma ka perlu uji homogenitas, maka dilakukan uji kolmogorov smirnov. Apabila p.value > 0.05 maka layak dilakukan uji paired sample t-test.bila syarat tidak terpenuhi sebaiknya lakukan ujian analisis lain. Terima kasih

jdarista mengatakan...

Jawaban kel.2
Sampel berpasangan
dapat diartikan sebagai sebuah sampel
dengan subjek yang sama namun mengalami 2
perlakuan atau pengukuran yang berbeda,
yaitu pengukuran sebelum dan sesudah
dilakukan sebuah treatment. Misalnya : subjek A mendapatkan perlakuan 1 kemudian perlakuan II..contoh..apakah ada perbedaan berat badan Sebelum dan sesudahh mengkonsumsi obat penurun berat badan... Untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil uji perlakuan 1 dan 2 atau seblum dan sesudah maka dilakukan t-test.karena tujuan dari t-test ini sendiri untuk untuk menguji perbedaan rata-rata antara sample-sampel yang berpasangan.

jdarista mengatakan...

Jawaban ke 6
Kriteria yang bisa dijadikan sample Jika sampel kecil (<30) dan varians populasi tidak diketahui, maka metode parametrik yang digunakan adalah uji t. Pada uji independent sample t test dan setiap uji T yang menjadi patokan adalah nilai means..karena Pada prinsipnya, tujuan uji dua sampel adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata (mean) antara dua populasi, dengan melihat rata-rata dua sampelnya.

moga aryo mengatakan...

maaf untuk kel. 8. ralat jawaban. jawaban sebelumnya untuk pertanyaan kelompok 1. terimakasih

Poskan Komentar