Najmah, S.KM, MPH

A great man always be like thunder, he storms the skies, while others are waiting to be stormed (Anonymous)

Jumat, 15 Juni 2012

A. JENIS DATA

Pada bab ini, ukuran-ukuran dalam statistik akan diperoleh dari pengolahan data dengan program SPSS. Tetapi, pemilihan ukuran-ukuran statistik seperti, mean, median, range, persentasi dan sebagainya itu tergantung jenis variabel yang ada dalam suatu data. Data adalah bentuk jamak (plural) dari “datum”. Definisi data adalah himpunan angka-angka yang merupakan nilai dari unit sampel kita sebagai hasil dari mengamati/mengukur.(1)
Data pada umumnya dibedakan menjadi dua, antara lain:(1-4, 9)

a.      Variabel kategorikal

Berkaitan dengan gambaran karakteristik satu set data dengan skala pengukuran kategorikal, kita mengenal istilah jumlah atau frekuensi tiap kategori (n) dan persentase tiap kategori (%), yang umumnya disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Skala pengukuran pada variabel kategorikal ada dua yaitu skala nominal dan skala ordinal.
a)      Skala Nominal
Pengukuran paling lemah tingkatannya, terjadi apabila bilangan atau lambang-lambang-lambang lain digunakan untuk mengkalsifikasikan obyek pengamatan.
Misal : Jenis kelamin, hanya membedakan laki-laki dan perempuan tanpa melihat tingkatan atau urutan tertentu.
b)     Skala Ordinal
Pengukuran ini tidak hanya membagi objek menjadi kelompok-kelompok yang tidak tumpang tindih, tetapi antara kelompok itu ada hubungan (rangking). Jadi dari kelompok yang sudah ditentukan dapat diurutkan menurut besar kecilnya. Dengan kata lain, data skala ordina mempunyai urutan kategori yang bermakna, tetapi tidak ada jarak yang terukur diantara kategori.
Misal: Tingkat pendidikan 


Tabel 6.     Skala pengukuran variabel(1)

Sifat Skala
Nominal
Ordinal
Interval
Ratio
1. Persamaan pengamatan (pengelompokkan),  klasifikasi pengamatan dapat dilakukan
Ya
Ya
Ya
Ya
2. Urutan tertentu, urutan pengamatan dapat dilakukan
Tidak
Ya
Ya
Ya
3. Jarak antara kelompok dapat ditentukan
Tidak
Tidak
Ya
Ya
4. Perbandingan antara kelompok
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
 

a.      Variabel numerik

                        Berkaitan dengan gambaran karakteristik satu set data dengan skala pengukuran numerik,  dua parameter yang lazim digunakan yaitu parameter ukuran pemusatan dan parameter ukuran penyebaran. Beberapa parameter untuk ukuran pemusatan, yaitu mean, median, dan modus. Untuk parameter ukuran penyebaran, ada beberapa istila seperti; standar deviasi, varians, koefisien varians, interkuartil, range, dan minimum maksimum. Data variabel dengan skala pengukuran numerik umumnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Skala pengukuran pada variabel kategorikal ada dua yaitu skala interval dan ratio.

a)      Skala Interval
Kalau di dalam skala ordinal kita hanya dapat menentukan urutan dari kelompok maka di dalam skala interval selain membagi objek menjadi kelompok tertentu dan dapat diurutkan juga dapat ditentukan jarak dari urutan kelompok tersebut dan tidak mempunyai titik nol absolut.

Misal: Suhu normal  badan Andi biasanya 32 0C. Ketika dia menderita demam, suhu tubuhnya menjadi 37 0C.  Berarti suhu Andi lebih panas 50C daripada suhu normal. Nol derajat celcius bukan 0 absolut, artinya walaupun nilainya 0 bukan berarti suhu menjadi normal, tetapi tetap ada nilainya. Tetapi jika suhu tubuh dalam skala Kelvin (0K), termasuk dalam skala rasio karena memiliki 0 absolut/mutlak.

Tabel 6.         Skala pengukuran variabel(3)

SKALA PENGUKURAN

KATEGORIKAL/KUALITATIF/DIKONTINYU
NUMERIK/NON KATEGORIKAL/KUANTITATIF/KONTINYU

Nominal

Jenis kelamin
Golongan darah
Status Pernikahan
Agama
Kota

Rasio

Berat badan
Umur
Tinggi badan
Kadar gula darah
Kadar kolesterol
Suhu badan (oK)
Lama tinggal di suatu kota

Ordinal

Tingkat pendidikan
Klasifikasi kadar kolesterol
Sikap
Tingkat Pengetahuan
Derajat Keganasan Kanker
Tingkat Kesembuhan

Interval

Suhu badan (oC)
Tingkat Kecerdasan (IQ)


a)      Skala Rasio
Dengan skala rasio kita dapat mengelompokkan data, kelompok itu pun dapat diurutkan dan jarak antara urutan pun dapat ditentukan. Selain itu, sifat lain untuk data dengan skala rasio kelompok tersebut dapat diperbandingkan (ratio). Hal ini disebabkan karena skala rasio mempunyai titik ’nol mutlak’.
Misal : Usia Responden pada penelitian.

Referensi :
Sabri L, Sutanto PH. Modul Biostatistik dan Statistik          Kesehatan Depok: Program Pascasarjana Program Studi IKM, Universitas Indonesia; 1999.
Santoso S. SPSS Versi 10, Mengolah Data Statistik secara Profesional. Jakarta: PT. Gramedia; 2002.
Dahlan S. Statistika untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: PT Arkas; 2004.
Kirkwood BR, Sterne JA. Essential Medical Statistics India: Replika Press; 2007.



0 komentar:

Poskan Komentar