Najmah, S.KM, MPH

A great man always be like thunder, he storms the skies, while others are waiting to be stormed (Anonymous)

Jumat, 22 November 2013

APLIKASI UJI ONE WAY ANOVA

Uji F atau ANOVA digunakan untuk pengujian lebih dari dua kategori pada variabel independen. Asumsi yang digunakan pada pengujian ANOVA:
  1. Populasi-populasi yang akan diuji berdistribusi normal
  2. Varians dari populasi-populasi tersebut adalah sama
  3. Sampel tidak berhubungan satu sama lain.

OLAHRAGA  OTAK 1.      (5)
Apakah ada perbedaan antara berat badan lahir bayi pada kelompok umur ibu yang berbeda?? (Open  Data Sutanto.sav)
Langkah-langkah uji Anova:
·        Lakukan uji normalitas terhadap variabel numerik, berat bayi lahir dan Uji varians. Kita asumsikan data yang kita miliki mempunyai distribusi yang normal dan varians data yang sama.
·        Lakukan uji Anova.....Klik Analyze, Compare Means, One Way Anova
.
Gambar 74.         Proses ‘Compare Means-One-Way Anova’
·        Kotak Dependent List diisi variabel numerik (bbbayi) dan kotak Factor diisi variabel kategori (umur kelompok)

Gambar 75.         Kotak Dialog ‘One-Way Anova’
·        Klik tombol Posthoc, pilih Bonferroni.


Gambar 76.         Kotak Dialog ‘One Way Anova:Bonferroni’
·        Klik tombol Options, pilih Descriptives.


Gambar 77.         Kotak Dialog ‘One Way Anova : Options’

·        Klik Continue, OK.
·        Hasil outputnya sebagai berikut
Oneway

Post Hoc Tests

Interpretasi:
a. Nilai Mean dan Standar Deviasi dari setiap kelompok. Rata-rata berat bayi pada mereka yang berusia < 20 tahun adalah 2942,86 gram dengan standar deviasi 390,969 gram, pada mereka yang berusia 20 – 30 tahun adalah 3227,27 gram dengan standar deviasi 561,957 gram, pada mereka yang berusia >30 tahun adalah 3140 gram dengan standar deviasi 761,869 gram.
b. Uji Anova
·        p value (sig) < alpha : Ho ditolak, berarti ada perbedaan antara berat badan lahir bayi pada kelompok umur ibu
·        p value (sig) > alpha : Ho diterima, berarti tidak ada perbedaan antara berat badan lahir bayi pada kelompok umur ibu
·        pada tabel diatas diperoleh nilai Sig =0,506 > alpha 0,05, berarti dapat disimpulkan bahwa  ada bukti yang lemah untuk menolak hipotesa nul bahwa tidak ada perbedaan antara berat badan bayi lahir dengan kelompok umur ibu. Derajat kepercayaan 95% menunjukkan interval yang luas dan berkisar antara nilai – dan +, yang berarti, berat badan bayi lahir di populasi pada perbandingan ibu dengan kelompok umur 20-30 dan >30 tahun bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari kelompok umur dibandingkan kelompok umur < 20 tahun.

Interpretasi:
·        Menguji varians
Pada kota Levene’s test (nama uji hipotesa untuk menguji varians), nilai p=0.775. Karena nilai p >0.05 maka varians data kedua kelompok sama (Terima Ho). Tetapi hal yang perlu diingat, kesamaan varians tidak menjadi syarat mutlak untuk dua kelompok tidak berpasangan. Karena varians sama, hasil uji t yang dilihat pada baris pertama (Equal variances assumed).

·        Perbedaan rata-rata (Mean difference)= -0.38, mengindikasi tinggi rata-rata wanita manula pada kelompok patah tulang lebih rendah 0.38 cm dibandingkan tinggi rata-rata wanita manula pada kelompok tidak patah tulang.  P value=0.699 (95 % CI -2.27, 1.51), menunjukkan lemahnya kekuatan signifikansi untuk menolak hipotesa nul’ tidak ada perbedaan tinggi badan antara wanita dengan patah tulang dan tidak patah tulang pinggul. Di populasi umum, tingkat kepercayaan 95 % mengindikasi bahwa perbedaan rata-rata tinggi badan wanita manula berada dalam rentang -2.27 (lebih rendah 2.27 pada kelompok patah tulang) dan 1.151 cm (lebih tinggi 1.151 cm pada kelompok patah tulang) di populasi umum.  

6 komentar:

Desy Indah Permatasari mengatakan...

Desy Indah Permatasari (10111001058)

Blognya sangat bermanfaat, Bu :)
bahasa yang digunakan sangat informatif dan komunikatif sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diaplikasikan.
oh iya, mau ngasih sedikit saran nih bu hhe
sebaiknya buku Manajemen dan Analisis Data tersebut dilengkapi dengan CD tutorial SPSS supaya lebih menarik :)
Sukses selalu ya Bu :)

Nosi Melasari mengatakan...

Nosi Melasari (10111001016)
assalamualaikum.. buk mau nanya.. selain annova, saya juga menemukan ada studi yang dinamakan mannova dan ancova.. apa perbedaan ketiga studi tersebut buk? terima kasih..

emilia dwi Sepdaleni mengatakan...

Emilia Dwi Sedaleni (10111001005)

Blognya bagus bu :) bahasanya sederhana dan mudah dimengerti, ada videonya jg jd berasa kyk kuliah di kelas :) :)

Mau tanya bu:
pada materi diatas dituliskan bahwa "kesamaan varians tidak menjadi syarat mutlak untuk dua kelompok tidak berpasangan" apakah uji varians harus dilakukan sebelum uji anova? trus kalo ternyata dari uji variansnya sendiri hasilnya "tidak sama" apakah tetap boleh menggunakan uji anova bu?

Thx before, ditunggu karya-krya kreatif slnjutnya bu :D

DMAtikah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
DMAtikah mengatakan...

Dwi mulia atikah (101110010343
Bu saya mau tanya, sepengetahuan saya kalau dlm biostat parametrik uji post hoc test dhitung ketika uji anova tolak Ho saja, tetapi mengapa pd contoh di atas walaupun terima Ho tetap harus uji Post hoc test? Sebenarnya kegunaan uji post hoc test dlm uji anova itu apa ya bu? Mohon penjelasannya, terimakasih :)

Lathifa Umami mengatakan...

Lathifa Umami (10111001057)

keren bu blog nya... sangat bermanfaat, ditambah lagi penjelasanya menggunakan gambar dan video. sangat membantu bu... (^_^)
makasi atas ilmunya bu...

Poskan Komentar