Najmah, S.KM, MPH

A great man always be like thunder, he storms the skies, while others are waiting to be stormed (Anonymous)

Jumat, 22 November 2013

APLIKASI UJI MEANS

Prosedur ini digunakan untuk membandingkan rata-rata sampel independen ataupun sampel berpasangan dengan menghitung Student t-test dan menampilkan probabilitas dua arah selisih dua rata-rata(2).Pada bab VI, pembahasan pada COMPARE MEANS meliputi:
1.      MEANS
Bagian ini membahas hal yang sama pada statistik deskriptif, dengan penyajian subgroup dan ditambah dengan uji linearitas.
2.      T TEST
Bagian ini membahas uji t yang meliputi:
a.       Uji t untuk dua sampel independen
b.      Uji t untuk dua sampel berpasangan
3.      ANOVA
Jika uji t digunakan untuk uji terhadap variabel independen yang terdiri dari lebih 2 kategori.

A.     MEANS

Tujuan pembahasan ini adalah untuk mendapatkan serangkaian statistik deskriptif dari berbagai masukan data. Dalam hal ini tidak ada inferensi statistik atau uji terhadap suatu hipotesis.
OLAHRAGA  OTAK 1.    
Seorang peneliti menyajikan data umur, berat badan dan tinggi badan wanita manula yang menderita patah tulang pinggul serta kebiasaan kegiatan fisik mereka di Geelong, Australia (15)

Penyelesaian:

Oleh karena akan diketahui bagaimana statistik deskriptif dari data di atas, dan populasi diketahui berdistribusi normal, maka dipakai Means pada menu compare means untuk mengerjakannya.


  1. Buka data ‘Hip Fracture Najm.sav’
  2. Pengolahan data dengan SPSS: Menu  Analyze.........Compare Means.............Means.
Gambar 63.         Tahap :Analyze............ Compare Means................ Means


  1. Masukkan variabel umur (CurrentAge), berat badan(Weight) dan tinggi (Height) ke Dependent List dan masukkan variabel patah tulang pinggul(hip_fracture_status) ke Independent List.
Gambar 64.         Kotak Dialog ‘Means’
  1. Oleh karena akan ada dua layer, maka tekan NEXT
  2. Kemudian klik variabel physical_activity_status, lalu klik tanda panah  maka variabel tinggal berpindah ke Independent List sebagai layer kedua


Gambar 65.         Kotak Dialog ‘Means’
  1. Untuk Kolom options, tidak dilakukan perubahan, continue--OK


Gambar 66.         Kotak Dialog‘Options’

  1. Output SPSS dan analisis:
Means

Case Processing Summary

Cases

Included
Excluded
Total

N
Percent
N
Percent
N
Percent
CurrentAge  * Hip Fracture status * hip_fracture_status * Physical_Activity_Status
496
99.8%
1
.2%
497
100.0%
Weight  * Hip Fracture status * hip_fracture_status * Physical_Activity_Status
496
99.8%
1
.2%
497
100.0%
Height  * Hip Fracture status * hip_fracture_status * Physical_Activity_Status
496
99.8%
1
.2%
497
100.0%


Report

Hip Fracture status
hip_fracture_status
Physical_Activity_Status
CurrentAge
Weight
Height

No
0
Active
Mean
71.64
64.0399
157.6051

N
178
178
178

Std. Deviation
5.223
10.53838
5.66220

Sedentary
Mean
76.55
67.1620
156.3279

N
179
179
179

Std. Deviation
6.779
13.38268
6.10123

Limited
Mean
81.58
64.2800
154.7558

N
95
95
95

Std. Deviation
4.915
14.46633
6.74150

Total
Mean
75.67
65.3268
156.5004

N
452
452
452

Std. Deviation
6.925
12.65348
6.15479


Yes
1
Active
Mean
72.13
62.0625
162.2187

N
8
8
8

Std. Deviation
3.720
6.34529
6.10936

Sedentary
Mean
77.13
63.4400
156.0267

N
15
15
15

Std. Deviation
7.999
13.86088
3.67024

Limited
Mean
82.90
59.1667
155.4524

N
21
21
21

Std. Deviation
5.839
10.57163
7.07889

Total
Mean
78.98
61.1500
156.8784

N
44
44
44

Std. Deviation
7.510
11.18002
6.34990

Total
Active
Mean
71.66
63.9548
157.8035

N
186
186
186

Std. Deviation
5.161
10.38943
5.74171

Sedentary
Mean
76.60
66.8742
156.3046

N
194
194
194

Std. Deviation
6.859
13.42038
5.94269

Limited
Mean
81.82
63.3543
154.8819

N
116
116
116

Std. Deviation
5.093
13.94295
6.77762

Total
Mean
75.97
64.9563
156.5340

N
496
496
496

Std. Deviation
7.034
12.57576
6.16672


Gambar 63.         Output Data


Interpretasi:
Output pada bagian pertama menghitung apakah semua data telah diproses. Oleh karena terdapat angka 99.8 %, berarti ada beberapa data yang tidak lengkap tidak diproses.

Bagian kedua terlihat, pada bagian baris ada dua layer, yaitu hip fracutre (kode 0 dan 1), serta kebiasaan kegiatan fisik sebagai layer kedua. Berarti data dipecah menjadi wanita manula yang menderita patah tulang pinggul dengan kegiatan fisik aktif, sedang, terbatas serta wanita manula yang tidak menderita patah tulang pinggul dengan kegiatan fisik aktif, sedang, dan terbatas.

Pada bagian kolom, terlihat data-data numerik, yaitu mengenai umur, berat badan dan tinggi badan. Sebagai contoh, pada baris pertama dapat diartikan ada 178 wanita manula tanpa patah tulang pinggul dengan kebiasaan melakukan aktifitas fisik aktif dengan rata-rata umur, tinggi dan berat badan berturut turut;  72 tahun, 158 cm dan 64 kg.

Sedang contoh analisis dapat dilakukan seperti:
  • Rata-rata berat tinggi badan wanita dengan atau tanpa patah tulang dengan kebiasaan beraktifitas fisik sedang dan terbatas tidak menunjukkan perbedaan yang signfikan 156 cm dan 155 cm masing-masing.
  • Rata-rata umur pada wanita yang menderita patah tulang dengan kegiatan fisik aktif, sedang dan terbatas tidak jauh berbeda dengan wanita yang tidak menderita patah tulang dengan kegiatan fisik yang sama.
  • Umumnya, wanita manula yang lebih tua memiliki aktifitas fisik yang terbatas dibandingkan umur yang lebih muda dan berat badan serta tinggi badan yang lebih rendah pada kelompok patah tulang dan tidak patah tulang.
Demikianlah analisis  lainnya dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan.

0 komentar:

Poskan Komentar